Selasa, 02 Oktober 2012

Bahan Ajar Animasi Tidak Hanya Pecahkan Rekor Indonesia, Tapi Rekor Dunia


Jakarta --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mendapat penghargaan dari Museum Rekor Muri Indonesia (MURI) untuk Kategori Bahan Ajar Berbasis Film Animasi Pertama di Indonesia yang Disusun Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penghargaan ini diberikan langsung oleh Ketua MURI, Jaya Suprana, kepada Mendikbud Mohammad Nuh, pada Senin (1/10) siang di Graha Utama Kemdikbud, Jakarta.
Dalam laporannya, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar, Suyanto, mengatakan film animasi untuk bahan ajar tersebut dikemas secara menghibur sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter dan nilai-nilai bangsa Indonesia. “Tujuannya adalah mempermudah siswa dalam memahami pelajaran, dan meningkatkan kreativitas guru dalam menambah jenis bahan ajar,” katanya.
Suyanto juga mengatakan, banyak siswa SMP yang sangat menyukai film animasi. Film-film animasi tersebut biasanya merupakan produksi luar negeri, yang isinya kadang tidak sesuai dengan nilai-nilai karakter bangsa. Karena itu dibuatlah bahan ajar berbasis film animasi untuk memenuhi kebutuhan siswa menonton film animasi dan mengurangi nilai-nilai asing yang negatif dan bertentangan dengan pendidikan karakter.
Ketua MURI, Jaya Suprana, menyatakan kebanggaannya kepada Kemdikbud atas prestasi pembuatan bahan ajar berbasis film animasi ini. Bahkan ia menilai, film animasi yang disusun berdasarkan KTSP ini tidak hanya memecahkan rekor Indonesia, tetapi juga rekor dunia. “Kemdikbud lah yang pertama meletakkan film animasi sebagai bagian dari kurikulum pendidikan nasional,” kata pria berkacamata ini. Ia menjelaskan, negara lain juga memiliki banyak film animasi yang mengandung nilai-nilai positif, namun baru Indonesia yang membuat film animasi dengan mengintegrasikannya dengan kurikulum.
Sementara Mendikbud M. Nuh mengatakan, pemberian penghargaan dari MURI ini merupakan salah satu tradisi siklus positif, yang bisa bertahan dengan adanya budaya apresiatif konstruktif. Setiap capaian atau prestasi selayaknya mendapatkan apresiasi, sehingga akan menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berprestasi. Mendikbud juga menucapkan terima kasih atas apresiasi yang telah diberikan MURI kepada Kemdikbud. “Bahan ajar ini nanti akan kita bagikan kepada siapapun yang mau memanfaatkannya. Harapannya agar adik-adik kita belajar lebih mudah dan lebih tertarik,” katanya. (DM/EH)

sumber : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/710

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar